Cara Mendidik Anak agar Berpikir Ilmiah

cara mendidik anak agar berpikir ilmiah

cara mendidik anak agar berpikir ilmiah

Namanya juga anak-anak, kerjaannya selalu membuat kesal para orang tua. Disuruh ini gak mau, dilarang ini malah dilakuin. Sudah berkali-kali dinasihati masih saja sama kelakuannya. Tapi sebentar, jangan gampang terpancing emosinya yaa. Ada lho cara yang lebih bagus dibandingkan memarahinya.

Yuk, coba kita flashback ke masa kecil. Dulu pas kecil, saya sangat suka meminum es. Apa aja harus dingin, gak suka air yang gak ada esnya atau dingin. Akibatnya saya sering batuk dan pilek. Baru sembuh eh sakit pilek lagi. Hingga akhirnya ibu membawa saya ke dokter. Di ruangan dokter, ibu menyuruk dokter untuk menasihati saya. Ibu saya bilang “Dok, tolong nasihati anak saya. Biasanya dia lebih mendengarkan dokter dibandingkan saya.” Sesudahnya dokterpun menasihati saya. Dia menyuruh saya agar tidak minum yang dingin-dingin terlalu sering. Disamping itu, dia menjelaskan mekanisme tubuh secara sederhana. Nah, karena yang menjelaskan adalah dokter dan juga disertai penjelasan lmiah maka semenjak itu saya tidak lagi minum yang dingin-dingin terlalu sering. Tak hanya itu, malah ini menjadi kebiasaan saya sampai dewasa untuk tidak terlalu sering minum air es atau yang dingin-dingin. Maksimal hanya 1-2 kali dalam seminggu saya meminum air dingin.

 

Sekarang saya merasa yakin sekali betapa pentingnya penjelasan ilmiah dalam menasihati anak. Logikanya begini, kita yang sudah dewasa saja lebih percaya kepada nasihat yang disertai penjelasan ilmiah daripada yang hanya sekedar nasihat. Nah apalagi anak kecil yang masih lugu. Penjelasan ilmiah apalagi yang berasal dari narasumber terpercaya itu penting. Disamping anak akan semakin percaya, disana kita sambil mendidik anak agar dapat berpikir logis. Selain itu melatih anak agar selalu mengolah dan mengkaji informasi yang ia dapat secara akurat. Setelahnya, ini akan menjadi bekal yang sangat penting bagi pertumbuhan anak sampai ia beranjak dewasa.

Jika anak sudah terbiasa untuk berpikir secara logis, maka kita tidak perlu mengkhawatirkan infomasi takhayul yang mampir ke pikiran anak. Akidahnya tidak akan goyah dengan berbagai macam ramalan dan takhayul-takhayul yang berkeliaran di tengah-tengah lingkungan kita. Contohnya, berdoa saat bintang jatuh, mempercayai ramalan zodiak. Atau melakukan tindakan takhayul seperti menggigit jari setelah menunjuk kuburan karena takut kualat, menyimpan gigi susu di bawah bantal agar berubah jadi uang, dan lain sebagainya.

Jika anak kita sudah memiliki karakter ilmiah dalam dirinya, nanti ketika dewasapun tidak akan mudah termakan gosip,  isu dan hasutan-hasutan. Karena fondasi pikirannya sudah terbiasa untuk kritis dan logis.

Maka dari itu, saat menasihati anak usahakan untuk menyertainya dengan penjelasan ilmiah. Agar mereka lebih percaya dan terbiasa untuk berpikir ilmiah. Kitapun tidak boleh malas untuk sering membaca buku-buku berbau ilmiah demi pertumbuhan anak kita.

Semoga saja Allah menganugerahkan kepada kita kesabaran dan keistiqomahan untuk selalu mendidik anak kita yang sudah diamanahkan. Sehingga dengan kesabaran dan keistiqomahan kita lahirlah para penemu, peneliti dan kontributor dunia.Dan semoga anak kita menjadi amal jariyah yang tak pernah putus pahalanya walau kita sudah tiada di dunia ini. Aaamiin..

==================================================

Bagi pembaca yang ingin mendukung segala #ProgramPAY silahkan klik Rekening Donasi Pecinta Anak Yatim

 

5 pesan parenting di surat luqman

Buat Mereka Tersenyum

 

Mau donasi untuk kegiatan PAY & Do IT ? Klik Rekening Donasi PAY | Yuk Kunjungi Album Kegiatan PAY
 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *