PAYngajian : Menjalin Cinta dengan Sang Maha Pecinta, Allah SWT

cara Ma'rifatullah

PAYngajian : Menjalin Cinta Dengan Maha Pecinta

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada seseorang hamba maka ia akan difahamkan tentang agamanya”(H.R. Bukhari dan Muslim).

PAYngajian merupakan salah satu program kegiatan PAY yang akan dilakukan rutin di awal bulan, salah satu tujuan dari PAYngajian adalah sebagai ladang silaturahim antara relawan dan donatur, namun kajiann ini juga terbuka untuk umum.

Alhamdulillah telah terlaksananya PAYngajian edisi perdana dengan tema “Menjalin Cinta Bersama Sang Maha Pecinta” oleh ustadz Anshari Taslim, bertempat di masjid Al Falah bendungan hilir, pengajian di mulai pada pukul 09.30 sampai 10.30. PAYngajian dihadiri oleh relawan PAY dan juga warga sekitar bendungan hilir, setelah kajian selesai di sambung dengan pengenalan komunitas PAY & Do It dan pemaparan beberapa program pay, dan yang terakhir adalah pembagian doorprise.

Berikut adalah rangkuman materi yang di sampaikan oleh ustadz Anshari Taslim.

Menjalin cinta bersama Sang Maha Pecinta Ustad Anshari Taslim Masjid Al Falah, Bendungan Hilir. Perbedaan hidayah dan taufiq. Ilustrasi: kamu mau ke masjid al falah, dikasih tahu alamatnya, maka itu hidayah (petunjuk). Sedangkan taufiq adalah petunjuk hingga sampai ke jalan yang benar, kamu diantar sampai pintu masuk masjid al falah. Maka mintalah hidayah dan juga taufiq dalam doamu. Landasan cinta adalah kalau Allah cinta. Pun benci. Allah memerintahkan cinta pada rasul, orangtua, orang beriman, dll. Saat kita sudah rela berbuat maksiat karena lebih cinta pada sesuatu hal selain Allah maka itu adalah tanda kita sudah membuat tandingan untuk Allah. Sebab salah satu indikator kecintaan pada Allah adalah Taat. Menjalankan perintahNya, dan membenci apa yang dilarangNya. Bahkan orang mukmin yang membenci perang, tetap memerangi keluarga mereka berdasarkan cinta mereka kepada Allah. Mereka membenci apa yang dibenci Allah. “Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Q. S Al-Mujadilah: 22) Umumnya orang beribadah karena rasa takut akan neraka dan harap untuk pahala serta surga. Di atas itu ibadah para rasul adalah karena cinta. Cinta juga membuat kita tak ingin melakukan hal yang membuat marah atau kecewa pada yang kita cintai. Contohnya, seorang suami diizinkan poligami oleh istrinya. Bila suaminya berpoligami, maka itu disebut cinta. Tapi bila tidak, karena suaminya khawatir hati istrinya akan kecewa dan sakit, maka cintanya jauh lebih dalam. Begitulah yang dilakukan para nabi dan sahabatnya, yang sudah dijamin surga oleh Allah, namun tetap saja mereka beribadah dan tak mau bermaksiat. Semua karena cinta. Cara agar mendapatkan cinta Allah adalah dengan melaksanakan segala ibadah wajib, menjauhi yang dilarang dan memperbanyak amalan sunnah. Terus menuntut ilmu, datang ke kajian, rajin baca buku, mencintai sesama terutama yang lemah papa. Saat kita telah dicintai Allah, maka Allah akan menjadi penglihatan, pendengaran, bahkan tangan kita (hadits qudsi). Artinya, segala perilaku kita akan dituntun Allah dan tak akan dibiarkan membuat maksiat.

insya Allah kajian ini akan rutin dilakukan setiap awal bulan.

Meta morfillah

Mau donasi untuk kegiatan PAY & Do IT ? Klik Rekening Donasi PAY | Yuk Kunjungi Album Kegiatan PAY
 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *