Seseorang yang Benar-Benar Mencintaimu

Seseorang yang benar-benar mencintaimu

Seseorang yang benar-benar mencintaimu

Menjelang Adzan Sholat Magrib, Aris baru saja pulang dari kantor tempat ia bekerja. Dia langsung bertanya kepada istrinya. Zulfa namanya

“Mamah udah sholat Ashar belum?”

“Belum.” jawab istrinya.

“Astaghfirullah, kenapa belum mah?”


“Tadi macet banget terus baru pulang jam 5 sore. Badan pada pegel-pegel pengen rebahan dulu pah.. “

 “Bagus…. Kalau begitu sekarang cepat sholat ashar dan magrib sebelum adzan sholat isya!”

***

Keesokan harinya, Aris pulang cepat karena pekerjaannya sudah selesai. Biasanya setiap pulang cepat dia akan memberi kabar kepada istrinya. Namun hari itu dia tidak mengabarkan istrinya.

Dan sudah ditebak, Zulfa akhirnya menelepon suaminya untuk mengetahui kabarnya.Namun yang terdengar hanyalah suara “tuut…tuut..” beberapa kali. Panggilannya tidak dijawab oleh suaminya. Perasaan khawatir mulai menyelimuti Zulfa.

“Gak biasanya dia kaya gini”, gumamnya dalam hati.

Zulfa tetap berusaha menelepon HP suaminya. Namun tetap saja hasilnya nihil. Tidak ada jawaban.

Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya teleponnya dijawab oleh suaminya.

Z : “Ayah sudah sampai rumah belum?”
A : “Alhamdulillah mah, aku udah sudah sampai rumah.”

Z : “Dari jam berapa?”
A : “4 jam yang lalu.”

Z : (dengan nada kesel) “Apa?? Dari 4 jam yang lalu??!! dan ayah sama sekali gak ngasih kabar ke aku?”
A : “Tadi pas sampe rumah, badanku cape banget mah, trus ketiduran”.

Z : “Emang gak sempet gitu cuma semenit dua menit ngabarin aku? Emang tadi gak denger panggilan telpon aku??”
A : “Denger kok”

Z : “Kenapa tadi ga diangkat? Ayah sengaja ya nyuekin aku?!”
A : “Engga kok… Kemarin mamah juga nyuekin adzan. Padahal itu kan panggilan dari Allah”

Seketika Zulfa terperanjat dengan jawaban suaminya. Dia diam beberapa saat dan berkata: “Iya, ayah bener, aku yang salah. Maafin aku ya ayah..”

A : “Jangan sama ayah donk minta maafnya. Sama Allah yang udah manggil mamah. Jangan diulangin lagi. Mamah tau gak apa impian terbesar dari ayah? Ayah ingin kelak ketika di surga kita berkumpul bersama-sama dan hidup dalam keabadian”.

Dan sejak saat itu, alhamdulillah Zulfa sudah tidak pernah menunda sholat lagi.

******

Orang yang benar-benar mencintaimu adalah dia yang selalu memberikan motivasi dan dorongan kepadamu untuk terus maju ke arah yang lebih baik dan tidak membiarkanmu melihat masa lalu yang kelam.

(Diolah dari tulisan Ustadz Azharul Fuad Mahfudh)

================================================

Bagi yang ingin mendonasikan uangnya untuk anak yatim dan duafa silahkan klik disini

Mau donasi untuk kegiatan PAY & Do IT ? Klik Rekening Donasi PAY | Yuk Kunjungi Album Kegiatan PAY
 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *