Tausiyah KH. Hasan Abdullah Sahal Kiyai GONTOR dihadapan Ribuan Santri

Tausiyah KH. Abdullah Sahal Kiyai Gontor

Panggung Gembira Gontor 690

Tepat malam (12/9/15) dimana Kota Jakarta dihentakkan oleh dentuman musik grup band rock dunia Bon Jovi, santri akhir Pondok Modern Gontor Ponorogo juga melakukan event tahunan spektakuler mereka, Panggung Gembira. Sebuah panggung akbar pentas seni dan kreatifitas sekaligus menunjukkan kemandirian para santri Pondok Darussalam Gontor ini.

Seperti biasa dan tak kalah menariknya dengan inti cara Panggung Gembira, tausiyah dari Pimpinan pondok selalu dinanti-nanti oleh para santri termasuk santri yang telah menyebar ke segala penjuru negeri.

Dikesempatan acara Panggung Gembira tahun 2015 ini, KH. Hasan Abdullah Sahal sebagai pemberi wejangan pembuka acara.

Berikut wejangan yang sangat rugi bila dilewatkan, khususnya bagi jiwa-jiwa yang sedang melemah ruuhul jihadnya.

******

Alhamdulillahi robbil aalamiin, wal ‘aaqibatu lil muttaqin. Wala ‘udwaana illa ala dholimin. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, ilahul awwalin wal akhirin, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuluhu, sayyidul mursalin wa imamul mujahidin ath thohirin, shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa shohbihia ajma’in.

Uhayyikum tahiyyatan islamiyyah, Assalamualaikum warohmatullah wa barakatuh…

Kami, pimpinan pondok, kami bertiga menyampaikan selamat datang pada semua saja yang hadir pada malam panggung gembira ini. Dengan harapan, mudah mudahan apa yang kita lihat ini, apa yang kita saksikan dan akan dipertontonkan oleh anak anak ini bisa berkenan, mudah mudahan bapak bapak bisa mengambil betapa pondok modern Darussalam Gontor sudah melangkah, berjalan menuju sembilan puluh tahun.

Ditempat ini, hari hari semacam ini, pekan pekan seperti ini, bulan bulan september semacam ini, delapan sembilan tahun yang lalu sudah ada panggung gembira.

Delapan puluh sembilan tahun, naik turun, suka duka, dikatakan gila padahal tidak gila, dikatakan apa padahal bukan apa apa tetapi tetap menyampaikan apa apa.

Delapan puluh tahun, delapan puluh tahun menembus sembilan puluh tahun, adalah hasil daripada jerih payah tujuh puluh tahun ke delapan puluh tahun. Tujuh puluh tahun ke delapan puluh tahun adalah hasil jerih payah dari enam puluh tahun sampai tujuh puluh tahun, demikian selanjutnya.

Maka, disinilah dulu 89 tahun yang lalu, embrio daripada berdirinya Darussalam Gontor di Gontor Ponorogo.

Maka supaya mengerti, bahwasannya pondok ini berdiri dengan berdirinya panggung gembira. Dengan tunil, dengan olahraga, dengan kepanduan, dengan baris berbaris, dengan terompet, dengan dagelan, dengan segala macam bahkan dengan petasan petasan untuk memanggil orang orang yang ada di sekitar gontor sehingga berdirilah sampai sekarang ini universitas Darussalam.

“Tidak ada Universitas darussalam kalau tidak ada pondok modern darussalam, tdk ada pondok modern darussalam kalau tidak ada pendirinya, tidak ada pendirinya kalau tidak ada kebersamaan”

Inilah, inilah yang harus kita tekankan kedalam diri kita bahwasannya pondok ini bukan berdiri diatas proposal, bukan berdiri diatas sumbangan, bukan berdiri diatas gontok – gontokan, bukan berdiri diatas kesenangan, tetapi disini berdiri diatas molimo yang berkuasa. Tetapi alhamdulillah, dengan perjuangan, dengan kerukunan para pendiri, trimurti pemuda ahmad sahal, pemuda zainuddin fanani, pemuda Imam Zarkasyi berdiri Gontor, Darussalam.

Maka anak anak kita ini in sya Allah generasi yang ketiga, kami bertiga in sya Allah generasi yang kedua, wallahu a’lam sampai tahun berapa, karena sakit tanpa tanda tanda, tanpa kulo nuwun dan ajal juga tidak pakai minta izin. Maka kami sampaikan pada generasi yang akan datang, hidupkanlah nilai nilai pondok.

Jangan lupa ! Gontor mendidik bangsa, mendidik bangsa, menegakkan dan terus mendidik, mendidik dan membangun peradaban dunia, lillahi ta’ala”

Aqulu qouli hazda wastaghfirullah li wa lakum wa li saairina min kulli dzamb. Fastaghfiruhu innahu huwal ghofururrohim…

“Kalau baik disyukuri, kalau kurang baik diperbaiki”

Selanjutnya kita mohon, bapak KH. Abdullah Syukri Zarkasyi. MA untuk membuka ini dengan memencet tombol, menekan tombol tanda dibukanya acara panggung gembira. Monggo…

KH. Abdullah syukri Zarkasyi ; Allahu akbar !

KH. Hasan Abdullah Sahal langsung menyahut ; Allahu akbar dengan takbir yang lantang !!!

KH. Abdullah Syukri ; Allahu akbar !

KH. Hasan Abdullah Sahal ; Allahu akbar ! Walillahil hamd.

#gontor mengislamkan nusantara, bukan menusantarakan islam

*****

Alhamdulillah, saat ini ada 5 Anak Yatim dan Doeafa asuhan PAY (2 Putra + 3 Putri) yang belajar di salah satu sekolah terbaik di negeri ini dengan full beasiswa dari para dermawanPAY disegala penjuru dunia.

Semoga mereka bisa menjadi kader umat dimasa mendatang dan membanggakan bagi orang tua, bangsa dan para dermawan yang telah membantu pendidikan mereka, aamiinn..

 
Film “HADID” salah satu kreatifitas seni Santri GONTOR

Mau donasi untuk kegiatan PAY & Do IT ? Klik Rekening Donasi PAY | Yuk Kunjungi Album Kegiatan PAY
 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *